BahanKain.id
BahanKain.id

MENGENALI BERBAGAI JENIS CACAT BENANG PADA PROSES PENGANJIAN (SIZING)

BahanKain
MENGENALI BERBAGAI JENIS CACAT BENANG PADA PROSES PENGANJIAN (SIZING)

Penganjian atau sizing merupakan suatu proses untuk melapisi benang-benang lusi dengan menggunakan campuran dari bahan-bahan kimia tertentu supaya benang-benang tersebut mampu ditenun dengan baik untuk mendapatkan produk kain sesuai kriteria yang diinginkan. Proses sizing tersebut dianggap berjalan dengan baik apabila memenuhi beberapa kriteria, diantaranya yaitu:

  • Mampu meningkatkan kekuatan tarik benang (standar dapat peningkatan kurang lebih sebanyak 75%)
  • Mampu mempertahankan kelembapan dan kelembutannya.
  • Mampu menidurkan sebagian besar dari bulu-bulu serat benang.
  • Dapat mempertahankan daya mulur (dengan standar elongation kurang lebih 75% dari aslinya).
  • Mampu menyimpan kandungan air yang cukup untuk mencegah terjadinya static electricity (listrik statis).
  • Kandungan kanjinya dapat dihilangkan dengan mudah (cukup menggunakan air panas + Na OH atau enzim)


Sumber : saka.co.id

Saat proses penganjian berlangsung kualitas benang harus benar diperhatikan terutama pada bagian penggulungan benang setelah proses penganjian. Hal ini dikarenakan pada proses pemberian lapisan kanji maupun proses penggulungan benang dapat mengalami cacat yang akan membuat hasil kanjian tidak standar. Lalu apa saja cacat benang yang dapat terjadi pada proses sizing? Berikut penjelasannya:

1. Cacat Benang Silang-Silang

Penyebab terjadinya cacat benang silang diantaranya yaitu:

  • Kesalahan pemindahan benang pada sisir pada saat proses sizing berlangsung.
  • Pada saat benang terputus, kemudian benang akan disambung kembali dan benang disisir ulang.
  • Pemotongan benang hasil sizing tidak sempurna dikarenakan pisau yang digunakan kurang tajam.
  • Penjepit atau pengeklem benang longgar.
  • Viskositas yang tinggi dapat mengakibatkan pembukaan benang pada kress menjadi berat sehingga benang sering terputus.

2. Cacat Benang Lengket

Penyebab terjadinya cacat benang lengket yaitu:

  • Benang pinggiran pada beam hasil warping kendor
  • Viskositas larutan pada kanjia terlalu tinggi
  • Posisi squeesing rol tidak sejajar

3. Cacat Benang Lebih/lolos


Sumber : indonesian.alibaba.com

Penyebab terjadinya cacat benang lebih/lolos yaitu:

·         Benang yang terputus pada proses warping tidak disambung dengan ujungnya.

·         Saat terjadi putus benang pada proses sizing, benang tidak segera diatasi

4. Cacat Benang Kurang

Penyebab terjadinya cacat benang yang kurang yaitu:

  • Benang putus tidak langsung diatasi
  • Uap pada size box terlalu besar, sehingga benang menumpuk dan terputus yang akhirnya mengurangi jumlah helai benang.

Demikian artikel mengenai berbagai macam cacat-cacat benang pasa saat proses penganjian, semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait