12 LANGKAH PEMINTALAN BENANG SUTRA (Bagian 2)

Dari artikel sebelumnya kita sudah membahas sebagian dari langka-langkah untuk pemintalan benang sutra, dimulai dari proses pengeringan kokon (kepompong), kemudian proses flossing kokon, seleksi kokon, kemudian proses perebusan kokon, untuk tahap selanjutnya mari simak pembahasan berikut ini:
5. Reeling kokon
Tahapan dari reeling kokon ini adalah menyatukan filamen-filamen untuk dilakukan proses pemintalan benang, dengan tujuan untuk mengurangi filamen yang terdapat pada kokon dan menyatukan didalam satu gulungan pada haspel sehingga menjadikan benang raw silk atau juga dapat disebut benang mentah

Sumber:cnnindonesia.com
6. Rereeling kokon
Rereeling adalah penggulungan ulang, pada proses ini dari filamen sutra yang telah digulung pada proses reeling akan menghasilkan filamen sutra dalam gulungan kecil, maka kemudian dilakukan proses rereeling bertujuan untuk memindahkan dari gulungan yang kecil menjadi gulungan yang lebih besar (keliling 150cm) didalam bentuk strengan. Dalam bentuk strengan ini nantinya akan mempermudah dalam proses penimbangan, proses packing dan juga proses selanjutnya.
7. Pencelupan benang raw silk
Proses pencelupan benang berguna untuk melarutkan serisin yang masih terdapat pada benang raw silk, sehingga benang tidak mudah putus pada saat dilakukan proses winding. Proses ini dilakukan apabila benang yang terdapat pada gulungan tersebut masih mengandung serisin yang disebabkan dari proses rereeling tidak ter relaksasi dengan benar yang membuat benang masih saling melekat dan mengeras pada saat benang delam posisi mengering.
8. Winding
Proses winding adalah proses penggulungan benang dari benang berbentuk untaian ke dalam bentuk bobbin yang bertujuan untuk membuang benang yang kurang baik, lemah, ataupun yang tidak rata, serta dalam proses winding ini dapat memudahkan pada saat proses doubling atau perangkapan.
9. Doubling
Proses doubling adalah proses yang bertujuan untuk merangkap benang tunggal atau benang single untuk menjadi benang ganda atau multiple. Dari benang rangkap ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dapat 2 rangkap, 3 rangkap ataupun 4 rangkap yang berproses menggunakan mesin doubling
10. Twisting
Proses twisting adalah benang yang sudah di doubling perlu dilakukan proses twisting yang berguna untuk mencegah terjadinya terurainya benang pada saat proses degumming, selain daripada itu proses twisting berguna untuk memberikan daya penutup (covering capacity) yang lebih besar dibandingkan dengan benang dengan single denier yang sama. Terdapat 2 macam arah twist pada saat penggintiran yakni arah twist Z untuk ke kiri dan juga arah twist S untuk ke kanan.
11. Setting
Proses setting twist bertujuan untuk mengubah snelling atau penggulungan benang dari proses twisting supaya benang menjadi lurus, sehingga pada saat proses re winding berlangsung benang tidak mudah terputus.
12. Rewinding
Benang yang telah melewati proses setting selanjutnya masuk keproses rewinding, proses rewinding ini berfungsi ntuk memindahkan benang yang terdapat di bobbin berpindah ke haspel yang lebih besar untuk kemudian dijadikan benang dalam bentuk untai atau ukel. Dalam proses ini apabila terjadi putus benang akan sangat berpengaruh pada efisiensi kerja (efisiensi turun) serta dapat meningkatan jumlah limbah dari benang sutra itu sendiri.
Demikian akhir dari proses pemintalan benang sutra, tidak heran untuk kain sutra mempunyai harga yang lebih mahal dari pada jenis kain yang lain, dilihat mulai dari proses ditelurkannya ulat sutra sampai proses pemintalan yang berjalan begitu panjang sampai menjadi benang yang siap untuk ditenun mempunyai proses yang tidak mudah. Semoga informasi ini berguna untuk anda.
Update segala informasi serta tips seputar dunia tekstil dan bahan kain di Instagram Bahankain.id.Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



