Rapid Test Antigen Sebagai Skrining Covid-19

Rapid test antigen saat ini digunakan sebagai skrining covid-19, pada saat ini banyak sekali digunakan untuk deteksi dini dengan cepat dan lebih akurat daripada rapid test antibody. Untuk beberapa peneliti banyak yang merekomendasikan rapid test antigen sebagai alat skrining untuk fase akut, untuk memprioritaskan untuk daerah yang beresiko. WHO merekomendasikan untuk penggunaan rapid test antigen dengan daerah yang komunitasnya luas, dianjurkan penggunaan tes ini apabila penggunaan test polimer chain reaction (PCR) tidak memungkinkan untuk dipakai.
Keunggulan dari penggunaan rapid test antigen ini adalah kecepatan mendeteksi komponen protein dari virus corona itu sendiri secara langsung dan lebih akurat dibandingkan dengan rapid test antibody dan juga hasil yang diperoleh juga lebih cepat daripada test PCR. Rapid test antigen tidaklah memerlukan spesifikasi laboratorium khusus dan juga tidak memerlukan ketrampilan dari petugas medis yang terlalu rumit.
Prinsip kerja dari rapid test antigen untuk skrining covid-19 sendiri adalah menggunakan sample specimen swab nasofaring, swab nasal ataupun sputum sesuai petunjuk dari alat reagennya. Apabila sample saluran pernafasan sudah diambil dan kemudian dioleskan pada strip tes, maka hasil akan terbaca dalam waktu 10-30 menit. Walaupun termasuk pemeriksaan cepat namun rapid tes antigen harus tetap dilakukan oleh tim terlatih ataupun tenaga medis. Dalam pemeriksaan setiap petugas haruslah tetap menggunakan APD level 3 untuk perlindungan transmisi virus.
Interpretasi hasil dari rapid tes antigen untuk skrining covid-19 adalah positif, negative dan juga invalid.
- Hasil Positif
Hasil dinyatakan positif apabila terlihat garis hitam pda garis tes (T) dan juga satu garis merah untuk garis kontrol (C). apabila hasil tes menunjukkan 2 garis yang muncul dilaporkan sebagai antigen sars-cov-2 positif, dan kemudian direkomendaskan untuk lanjut ke pemeriksaan RT-PCR, kemudian pasien di isolasi sesuai dengan kriteria dan selalu menerapkan protokol kesehatan.
- Hasil Negatif
Hasil dinyatakan negative apabila hanya terlihat satu garis merah pada garis kontrol (C), hasil negative tidak menutup kemungkinan pasien tersebut tidak terinveksi virus, namun dapat juga disebabkan kuatitas antigen yang ada didalam spesimen yang masih berada dibawah level deteksi alat. Apabila pasien dengan hasil negative namun sebenarnya sudah terinfesi masih dapat beresiko menularkan virus ke orang lain.
- Hasil Invalid
Hasil invalid apabila rapid test antigen apabila tidak ditemukan garis pada control (C). apabila hasil menunjukan tidak adanya garis yang muncul, maka untuk disarankan menjalani pemeriksaan ulang.
Tes skrining covid-19 dianjurkan dan dilakukan apabila untuk pemeriksaan tes PCR tidak memungkinkan untuk dilakukan. Sama seperti halnya melakukan tes yang lainnya, tanda dan gejala klinis harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan tes.
Bagi sahabat bahankain yang sedang membutuhkan alat tes antigen, Anda bisa cek disini dan silakan hubungi team marketing kami untuk menanyakan detail produk dan melakukan pembelian.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



