Mengapa Penggunaan APD Tenaga Medis Harus Sekali Pakai?

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan kebutuhan utama bagi dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus corona (covid-19). Penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dan standar kesehatan dunia dari WHO yang telah ditetapkan.
Pada umumnya, APD digunakan sekali pakai karena mencegah bakteri atau virus tersebut menyebar ke benda lainnya. Halik Malik adalah dokter ahli kesehatan menjelaskan mengenai ketentuan pemakaian APD bagi tenaga medis. APD yang digunakan untuk tenaga medis berupa cover all jamsuit yang seperti baju astronot, gown, penutup kepala, kacamata pelindung, masker, sarung tangan dan sepatu.
Halik menjelaskan bahwa waktu untuk penggunaan APD akan sangat bergantung pada kondisi lapangan yang dihadapi. Mulai dari ruangan atau lokasi hingga tingkat keparahan pasien, penyakit atau virus yang dihadapi ketika menggunakan APD. APD yang digunakan untuk dokter, perawat, dan orang yang mentransfer pasien tentu juga memiliki perbedaan.
Lonjakan jumlah kasus pasien covid-19 dibeberapa wilayah menyebabkan terbatasnya ketersediaan APD, sehingga petugas kesehatan juga harus bijak dalam menggunakan APD serta harus memenuhi standar perlindungan dan keselamatan.
Ketentuan penggunaan APD di ruang isolasi, IGD, ICU atau ruang administrasi juga akan berbeda. Seperti setelah keluar ruang isolasi di mana terdapat sejumlah pasien maka APD harus dilepas dan diganti dengan APD yang baru saat akan masuk ruang isolasi lain. Hal ini dilakukan supaya virus yang atau bakteri dari ruangan pertama tidak menyebar ketika masuk ruangan ke dua. Selain itu untuk melindungi tenaga medis dari virus di dalam ruangan serta mencegah virus tersebut keluar dari ruangan.
Apalagi dalam menangani kasus covid-19, para tenaga medis harus mengganti APD setiap kali akan menangani pasien yang berbeda ruangan. Namun ada beberapa APD yang bisa digunakan berkali-kali seperti sepatu dan kacamata serta harus dibersihkan sesuai dengan prosedur kesehatan. Sedangkan untuk masker, gown, penutup kepala dan sarung tangan harus digunakan sekali pakai lalu dibuang.
Penggunaan masker bedah dianjurkan terbatas selama 4-6 jam saja, lebih dari itu harus diganti. Sama halnya dengan penggunaan sarung tangan harus diganti setiap menangani pasien karena berhubungan langsung dengan pasien. Pakaian pelindung juga digunakan sekali pakai, namun beberapa merk atau bahan tertentu dapat dicuci atau diberi desinfektan.
Nah, berikut tadi alasan mengapa penggunaan APD tenaga medis harus sekali pakai. Bagi sahabat bahankain yang membutuhkan alat pelindung diri untuk meminimalisir penularan virus covid-19, Anda bisa cek koleksi APD kami di sini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



