Kegigihan Masyarakat Di Lendah, Desa Pengrajin Batik Yogyakarta

Banyak usaha kerajinan batik di Indonesia, terutama di Yogyakarta tepatnya di Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Di Kabupaten Bantul sendiri terdapat dua sentra kerajinan batik yaitu di wilayah Imogiri yang lebih dikenal sebagai batik tulis tradisional. Sedangkan di wilayah Pandak dikenal dengan batik cap dan batik kombinasi antara batik cap dan tulis.
Di kabupaten Kulonprogo menjadi sentra kerajinan batik terdapat di daerah Lendah. Letak dusun Lendah tidak jauh dari Sungai Progo atau sekitar 30 km arah barat daya Kota Yogyakarta.
Dulu hingga tahun 1990-an, pengrajin batik di Yogyakarta berpusat di kawasan Kraton Yogyakarta, ribuan buruh batik baik wanita maupun pria dari berbagai pelosok bekerja di kawasan tersebut. Saat industri batik mulai surut, mereka banyak kembali ke rumah dengan bekal keahlian saat bekerja di sentra batik dan mereka berani membuat batik sendiri,
Pada tahun 2009, Bupati Kulonprogo menggalakkan program Bela-Beli Kulonprogo yaitu untuk menggunakan produk buatan sendiri. Bupati membuat terobosan dengan menciptakan batik motif Geblek Renteng yang bertujuan untuk mengangkat para pembatik tersebut. Geblek merupakan makanan khas Kulonprogo yang terbuat dari ketela yang dibentuk bulat-bulat dan rentengan saat digoreng.

Sumber: 4.bp.blogspot.com
Batik dengan motif geblek renteng tersebut kemudian dipakai oleh semua siswa dan PNS se-Kulonprogo. Hal tersebut dapat mengangkat perekonomian masyarakat Kulonprogo, khusunya masyarakat Lendah.
Batik Sambungan di daerah Lendah terdapat 3 macam yaitu batik tulis, batik cap dan kombinasi antara batik tulis dan cap. Selain di jual di Yogyakarta, batik tersebut juga dikirim ke luar Jawa terutama di daerah Sumatera dan Kalimantan. Harga satu lembar kain batik Lendah tersebut sangat bervariasi, mulai dari ribuan hingga ratusan ribu. Hal tersebut tergantung dari kerumitan motif dan coraknya.
Di Kecamatan Lendah terdapat 20 pengrajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Pengrajin Batik Kulon Progo, masing-masing mampu memproduksi sekitar 500-1000 lembar kain batik per bulan. Dengan produksi yang banyak, Kecamatan Lendah merupakan penghasil batik geblek renteng terbesar di Kabupaten Kulon Progo.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



