BahanKain.id
BahanKain.id

Jenis-Jenis Pengujian Kain (Bagian III)

BahanKain
Jenis-Jenis Pengujian Kain (Bagian III)

Pada umumnya, pengujian kain berguna untuk menentukan sifat-sifat dari berbagai macam bahan tekstil adalah merupakan tahap penting untuk produksi, distribusi dan juga konsumsi. Tujuan dari tes ini adalah untuk dapat mengevaluasi bagaimana kinerja produk tekstil dan kepuasan customer disini sangatlah penting. Pengujian kain sangatlah penting supaya dapat memastikan kualitas sebenarnya dari setiap kain.

Berikut adalah jenis-jenis pengujian kain beserta dengan penjelasannya:

  • Uji Ketahanan Jamur (Mildew Resistance)

Pengujian ini dilakukan dengan cara mengukur test spesimen dengan ukuran tertentu, baik yang mengalami treatment maupun yang tidak mengalami treatment dengan larutan jamur dalam waktu tertentu, kemudian diambil dan diukur kekuatannya. Penilaian dilakukan dengan membandingkan perubahan kekuatan terhadap test spesimen yang tidak mengalami treatment dalam larutan jamur.

  • Uji Kekakuan (Stiffness)

Pengujian dilakukan dengan cara meletakkan test specimen berukuran 2,5cm x 20cm arah warp maupun arah pakan pada bidang datar Shirley Stiffness Tester, kemudian digeser melampaui bidang datar tersebut sampai ujungnya tepat menyentuh bidang dengan kemiringan 41,50 terhadap bidang tadi, penilaian dilakukan dengan mengukur panjangnya test specimen yang menjulur, makin pendek makin kaku.

  • Uji Anti Tahan Kusut (Anti Crease)

Pengujian dilakukan dengan cara mengukur sudut  kembali dari kain yang dilipat setelah beban dengan berat tertentu diangkat dari atas fabric, menggunakan Wrinkle Recovery Tester. Hasil yang baik minimal bernilai 1250.

  • Uji Sanforizing

Pengujian dilakukan dengan cara mengukur perbandingan selisih panjang (lebar) sebelum dan sesudah 5 kali pencucian, terhadap panjang atau lebar kain sebelum pencucian dinyatakan dalam persen.

  • Uji Flame Resistence

Pengujian dilakukan menggunakan Diagonal Flameability Tester (450) yaitu dengan cara mengukur waktu mulai terbakar dan laju pembakarannya dinyatakan dalam detik. Makin lambat laju pembakaran makin baik flame resistancenya.

  • Uji Wash and Wear

Pengujian dilakukan dengan cara meletakkan test specimen yang telah mengalami pencucian (5kali) pada permukaan yang rata, kemudian diamati perubahan bentuk permukaan texture dan nilai dengan cara membandingkannya dengan standard pembanding. Nilai terjelek 1 dan terbaik 5.

Demikian informasi mengenai jenis-jenis pengujian kain, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk anda, menambah pengetahuan dan wawasan anda dalam dunia tekstil.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait