Jenis-Jenis Pengujian Kain (Bagian I)

Sebelum kain dibuat menjadi produk pakaian pada umumnya kain tersebut telah melewati berbagai macam pengujian kain yang sebelumnya juga telah mengalami proses finishing terlebih dahulu, sehingga memiliki sifat-sifat tertentu yang diperlukan untuk meningkatkan mutu produk pakaian jadi. Sifat-sifat yang diperlukan bertujuan untuk:
- Meningkatkan mutu kenampakan, misalnya dengan pemutihan (bleaching), mercerisasi (mercerizing-luster tinggi), pencelupan (dyeing) untuk mendapatkan kain berwarna solid dan warna 2 tone maupun dengan cara pencapan (printing) untuk mendapatkan desain tertentu.
- Memperoleh efek tertentu seperti dengan pemberian pelumas seperti perbaikan drape, kekakuan/stiffness, anti slip, resin finishing misalnya anti kusut maupun penyempurnaan dengan cara mekanik seperti sanforisasi.
- Memudahkan dalam pemeliharaan misalnya penyempurnaan dengan resin untuk mendapatkan kain wash and wear, ketahanan dan stabilitas dimensi.
- Melindungi pemakaian misalnya penggunaan resin finishing misalnya tahan api, tolak air dan ketahanan jamur.
Untuk mengklarifikasi sifat-sifat tersebut sangatlah
sulit apabila tidak menggunakan bantuan uji laboratorium.
Apa saja jenis-jenis pengujian kain, berikut ini adalah macam-macam jenis pengujian kain:
1. Pengujian Kilau Serat (Luster)
Pengukuran kilau (luster) dapat dilakukan dengan cara membandingkan kilau kain katun yag sudah mengalami proses merserisasi yaitu kilau akan lebih tinggi daripada yang belum merseriasi.
Untuk lebih meyakinkan adanya peningkatana kilau kain, secara tidak langsung dapat dilakukan uji laboratorium yang relevan yaitu uji deconvolution dan microscopik dan uji Barium Activity Number (BAN). Makin tinggi nilainya, luster juga makin tinggi.
2. Uji Deconvolution
Pengujian ini dilakukan dengan cara mengamati dibawah mikroskop terhadap pembukaan puntiran fiber yang diuraikan dari merccerized fabric dibandingkan dengan fiber yang unmercerized dinyatakan dalam persen.
3. Uji Microscopy
Pengujian dilakukan dengan mengamati penampang melintang serat yang belum dimerser (bentuk kacang) dibanding dengan kain yang telah dimerser (bentuk bulat).
Demikian informasi mengenai jenis-jenis pengujian kain, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk anda, menambah pengetahuan dan wawasan anda dalam dunia tekstil.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



