Jenis-Jenis Cacat Kain (Bagian II)

Cacat kain merupakan hal yang harus diperhatikan, karena cacat kain ini sangatlah menentukan kualitas mutu kain (fabric grade). Semakin banyak ditemukannya cacat kain maka semakin menurun juga kualitas kain yang dihasilkan itu sendiri, cacat kain dapat ditentukan dari beberapa faktor terutama yakni dari mesin, manusia, dan juga dari bahan baku itu sendiri.
Pada artikel sebelumnya mengenai jenis-jenis cacat kain beberapa sudah dijelaskan. Nah, berikut juga jenis-jenis cacat kain lanjutan dari bagian I :
1. White Specks
White speck adalah cacat yang disebabkan oleh adanya neps pada benang yang muncul dipermukaan kain yang mengakibatkan zat warna printing tidak dapat terpenetrasi dengan sempurna pada kain, sehingga menimbulkan cacat bintik-bintik putih pada daerah yang dicap (printed) pada kain.
2. Warp Specks
Warp Specks yakni cacat yang disebabkan adanya benang lusi yang berbeda (nomornya, twist-nya, atau bahkan seratnya) dari yang seharusnya, atau adanya dua helai lusi yang teranyam sabagai satu helai lusi karena terjadi kesalahan pencucukan pada mata gun, sehingga mengakibatkan timbulnya efek garis benang lusi sepanjang kain.
3. Filling Specks
Filling Speck adalah yang disebabkan oleh adanya kesalahan penyisipan benang pakan dimesin tenun, sehingga menimbulkan cacat garis pakan pada bagian pakan yang salah tersebut.
4. Filling Bands
Filling Bands adalah cacat yang disebabkan oleh adanya benang pakan yang berbeda (nomornya, twist-nya, atau bahkan seratnya) dari yang seharusnya, yang terjadi pada saat pergantian benang lusi sepanjang kain.
5. Wavy Face
Wavy Face adalah cacat yang disebabkan oleh adanya benang-benang lusi yang berbeda nomornya pada beberapa tempat selebar kain, sehingga menimbulkan efek permukaan kain kelihatan tidak rata.
6. Dark Spot
Dark Spot adalah cacat kain yang disebabkan oleh adanya sambungan benang (lusi atau pakan) yang tidak baik, sehingga menimbulkan bintik-bintik gelap (dark spot) pada kain.
7. Kenampakan Kain Berbeda
Hal ini sering terjadi adanya perbedaan kenampakan antara kain sampel yang telah disepakati dengan kain yang dikirim kemudian.
Misalkan, kain sampel dengan anyaman polos dengan susunan benang pakan Z,S,Z dan lusi Z,S,Z dicucuk dalam satu lubang sisir, sehingga pada kain dengan anyaman polos dengan susunan benang pakan S,Z,S dan benang lusi S.Z,S dicucuk pada satu lubang sisir, maka kain tidak muncul efek rib.
Demikian informasi mengenai jenis-jenis cacat kain (fabric defect) bagian II, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk Anda, menambah pengetahuan serta wawasan Anda.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



