BahanKain.id
BahanKain.id

Cara Melakukan Pengujian Kain Berdasarkan Struktur Dan Handfeel

BahanKain
Cara Melakukan Pengujian Kain Berdasarkan Struktur Dan Handfeel

Pengamatan atau pengujian yang perlu dilakukan untuk klarifikasi spesifikasi kain sampel pada umumnya mencakup struktur kain atau jenis anyaman , sentuhan (handfeel atau sense of touch) kontruksi, jenis serat, tingkat mutu (grade), jenis finishing dan ketahanan warna (colorfastness). Sebagai spesifikasi tersebut dapat dideteksi dengan pengamatan dan sebagian lainnya memerlukan bantuan berupa alat uji tertentu serta dilakukan dilaboratorium yang memenuhi syarat.

Oleh karena itu, berikut cara melakukan pengamatan atau pengujian kain berdasarkan struktur dan handfeel:

 

STRUKTUR KAIN (fabric structure)

  1. Pengamatan kain secara visual

Pengamatan terhadap kain (test speciment) dilakukan dengan cara melihat langsung ditempat yang cukup cahaya sehingga dapat terlihat strukturnya, bila perlu dengan bantuan loupe.

Berikut adalah hasil pengamatan secara visual yang dapat dilakukan:

·   Panjang serat: untuk peneliti perlu halnya dicabut sehelai benang untuk dapat diperiksa panjang serat dan juga kemungkinan golongan seratnya.

·     Kekuatan serat: dalam keadaan basah, serat rayon kekuatannya berkurang, dan pada serat kapas akan menjadi lebih kuat daripada dalam keadaan kering

·     Kilau serat: serat kapas terlihat kurang berkilau kecuali dimerser, serat linen terlihat kilaunya  jelas dan juga bagus, kilau serat sutra sangat bagus dan juga lembut, serat rayon terlihat berkilau tajam seperti halnya logam, dan sedangkan serat wol tidak berkilau karena bergelombang

·        Kehalusan serat: serat sutra adalah serat yang terhalus diantara jenis serat-serat yang lain

·      Daya lentur: serat wol berdaya lentur besar, demikian pula serat sintetetis dan juga serat sutra. Pada serat selulosa tidak memiliki daya lentur yang baik namun dapat dimodifikasi dengan penambahan serat lycra sehingga dapat menghasilkan kain yang mulur.

  1. Dekomposisi fabric

Dekomposisi terhadap kain (test speciment) dilakukan dengan cara mengurai beberapa lembar benang lusi (warp) dari kain atau test specimen dan silangan lusi terhadap benang pakan (weft) digambarkan pada kertas kotak sehingga terbentuk gambar struktur.

 

HANDFEEL

Cara ini seringkali disebut ”sense of touch”, memerlukan pengalaman dan hanya bersifat deteksi awal (perkiraan) tentang jenis serat dan perlakuan akhir (finishing treatment) pada kain yang diaplikasikan. Untuk kepastiannya perlu dilakukan pengujian lebih lanjut dengan bantuan uji laboratorium. Pengamantan dilakukan dengan cara meraba permukaan kain menggunakan telapak tangan atau jari sehingga dapat diperkirakan jenis fiber maupun jenis finishingnya.

Demikian ulasan mengenai bagaimana cara melakukan pengamatan dan juga pengujian tekstil berdasarkan dari struktur kain dan juga handfeel, semoga informasi tersebut dapat berguna dan dapat menambah wawasan Anda.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait