BahanKain.id
BahanKain.id

Cara Pengujian Kain Berdasarkan Pengukuran Lebar Kain Dan Penyusutan Kain

BahanKain
Cara Pengujian Kain Berdasarkan Pengukuran Lebar Kain Dan Penyusutan Kain

Pengamatan ataupun pengujian tekstil sangat diperlukan untuk dapat mengidentifikasi suatu jenis kain yang berguna untuk dapat mendeteksi jenis anyaman, konstruksi, jenis serat, tingkat mutu (grade) jenis finishing kain yang digunakan ataupun ketahanan warna. Kali ini yang akan kita ulas mengenai pengamatan atau pengujian tekstil berdasarkan pengukuran lebar kain dan juga penyusutan kain.

Kain Tenun (woven febric)

  1. Pengukuran Lebar Kain

Pengukuran lebar kain dilakukan beberapa kali (5 kali) pada tempat yang berbeda dan juga rata-rata  hasil pengukuran adalah hasil lebar kain itu.

·         Pengukuran kepadatan atau tetal kain

Pengukuran dilakukan dengan cara meletakkan kain atau test spesimen dibawah pick counter lalu dihitung jumlah warp dan weft dalam kotak skala pick counter (kotak skala berukuran 1cm x 1cm  atau 1inch x 1 inch)

·         Pengukuran panjang setiap kilogram

Pengukuran dilakukan dengan cara menimbang 1 (satu) yard kain dengan lebar penuh menggunakan timbangan berkapasitas 1000gram berskala 0,1 gram dengan ketelitian + 0,05 gram. Berat kain per yard (meter) adalah sebagaimana ditunjukkan oleh angka yang tertera pada layar timbangan.

  1. Pengukuran Penyusutan/Mengkeret Kain (shrinkage)

Pengukuran shrinkage dapat dilakukan dengan cara mencuci kain atau test specimen dengan kondisi tertentu. Panjang kain sebelum dan sesudah pencucian diukur. Perbandingan selisih panjang dengan panjang awal terhadap panjang awal adalah besarnya shrinkage dinyatakan dalam persen (%).

Kain Rajut (knitted fabric)

  1. Pengukuran jumlah lusi/wale dan pakan/coarse per inci/cm

Pengujian dilakukan dengan cara meletakkan kain test spesimen dibawah pick counter. Lalu dihitung jumlah lusi dan pakan dalam kotak skala pick counter (kotak skala berukuran 1cm x 1cm atau 1 inchi x 1 inchi)

  1. Pengukuran berat kain per m2

Pengujian dilakukan dengan cara menimbang test specimen berukuran 10cm x 10cm menggunakan timbangan berkapasitas 0,01gram dengan teliti + 0,005gram kemudian dihitung berat fabric/m2 adalah 100kali hasil penimbangan.

  1. Pengukuran kekuatan jebol (bursting strength)

Pengujian kekuatan jebol dilakukan dengan cara menjepit test specimen pada diafragma Bursting Strength Tester kemudian diberi pembebanan sampai jebol. Besarnya kekuatan jebol dinyatakan dalam kg/cm2.

Demikian ulasan mengenai bagaimana cara melakukan pengamatan dan juga pengujian tekstil berdasarkan dari pengukuran lebar kain dan penyusutan kain, semoga informasi tersebut dapat berguna dan dapat menambah wawasan Anda.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait