BahanKain.id
BahanKain.id

Kiat-Kiat Jitu Untuk Membangun Fabric Library

BahanKain
Kiat-Kiat Jitu Untuk Membangun Fabric Library

Pada saat kita ingin membangun sebuah fabric sourcing, yang harus kita perhatikan adalah dimana devisi fabric sourcing kita dapat membangun suatu fabric library atau perpustakaan kain. Langkah awal untuk kita dapat mewujudkannya terlebih dahulu kita harus approval warna dan desain, atau juga sering disebut:

  • Lap dip: yaitu approval warna yang dibuat dalam skala laboratorium untuk jenis  kain polos
  • Handloom: yaitu approval desain warna untuk kain yang sebelum masuk proses pertenunan, benang yang akan ditenun dilakukan proses pencelupan warna terlebih dahulu atau juga biasa disebut kain yarn dye
  • Yarn dip: yaitu approval warna untuk benang yang menyertai handloom
  • Strike off: yaitu approval desain dan warna untuk kain print

Pada setiap approval warna sangatlah penting untuk mencatat nomor referensi pabrik yang mengirimkan untuk dapat mendapatkan suatu resep warna tersebut.

 

Sumber: id.pinterest.com

Berikut adalah kiat-kiat yang juga harus dicatat untuk dapat membangun perpustakaan kain kita (fabric library) :

  1. Pada setiap item barang yang berbeda jenis, spec, supplier kita beri nomor urut dan kemudian kita simpan data basenya. Semua spec seperti nomor benang, berat sampai dengan tipe finishingnya harus kita catat.
  2. Approval warna yang sudah disetujui harus kita simpan beserta dengan referensi dari suppliernya, dan jangan sampai lupa untuk selalu mencatat tanggal approval dari setiap “lab lib” dan juga suatu lampiran approval dari customer kita.
  3. Alangkah baiknya kita juga memiliki harga dalam perpustakaan kita

 

Sumber: id.pinterest.com

Dengan adanya kita memiliki fabric library biasanya customer akan menyempatkan diri untuk datang walaupun hanya sekedar melihat saja, itu akan sangat membuat customer kita lebih terkesan dengan fasilitas yang kita miliki, dan keuntungan lainnya adalah apabila terjadi pergantian penanggung jawab kita tetap memiliki record yang sangat cukup untuk dapat mengurangi warktu proses pengiriman approval kembali. Yang perlu dan kita catat ialah ”ingatlah bahwa setiap waktu dan pengiriman adalah biaya”. Tugas dari devisi fabric sourcing yakni dapat mengurangi biaya-biaya pengadaan kain dan leadtime.

 

Tidak kalah pentingnya sebaiknya kita juga menerapkan sistem 5S dalam perpustakaan kain kita, 5S tersebut berguna untuk upaya untuk memperbaiki lingkungan yang ada disekitar tempat kerja supaya bersih dan juga rapi untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja. Apa saja langkah-langkah 5S itu, mari kita simak:

1.    Sort: sort disini adalah memisahkan barang-barang yang diperlukan dan  barang-barang yang tidak diperlukan

2.     Straighten: yakni menyusun dan merapikan agar mudah dicari, dengan disusun dan dirapikan kita juga dapat menghemat waktu dalam pengambilan barang  dan akan meningkatkan efisiensi

3.  Scrub: membersihkan, dengan lingkungan yang bersih juga akan meningkatkan kenyamanan pekerja

4.     Standardize: melalukan standardisasi, dengan adanya suatu standart untuk pedoman kita dalam bekerja contohnya SOP maka kita akan dapat bekerja lebih profesional dan bekerja sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan

5.   Sustain:  sebagai kebiasaan bekerja kita, apabila ke 4S tadi sudah dapat berjalan kita hanya tinggal melakukannya menjadi suatu kebiasaan sehari-hari dalam bekerja.

 

Walaupun terlihat sangat sederhana, namun banyak perusahan yang sudah terbukti dapat meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja mereka dengan menerapkan 5S ini. Demikian kiat-kiat untuk dapat membangun fabric library.

Komentar0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait