Mengenal 6 Teknik Shibori Yang Mudah Untuk Ditiru

Setiap negara punya cara tersendiri untuk menciptakan busana atau sebuah karya tekstil. Satu prinsip yang sama bisa diaplikasikan secara berbeda, seperti halnya teknik penciptaan motif pada kain menggunakan metode perintang warna. Indonesia punya kreasi kain batik yang menggunakan perintang berupa lilin atau wax. Sedangkan Jepang hadir bersama "teknik shibori" yang menggunakan berbagai benda untuk menciptakan motif.
Meski namanya berbeda, secara teknis keduanya sama-sama menggunakan prinsip mencegah penyerapan warna pada kain. Yuk, mengenal lebih dekat tentang Shibori.
Apa Itu Shibori?
Shibori atau shiborizome bisa didefinisikan sebagai metode menghias kain yang dilakukan dengan cara mencelup kain yang sudah diikat, dijahit, atau dilipat sesuai pola tertentu. Berdasarkan sejarah, teknik pembuatan shibori konon sudah ada sejak abad ke-8.
Ada beberapa macam pola yang dihasilkan dari teknik shibori. Namun, secara umum teknik pewarnaan yang biasa digunakan ada 6 teknik:
1. Miura Shibori
Miura shibori dikenal sebagai ikatan lubang (loop). Dalam proses pembuatan shibori dengan teknik ini membutuhkan jarum kait dan bagian-bagian kain yang dicabut. Motif kain dengan teknik miura shibori dapat menciptakan motif abstrak dan bebas tanpa memikirkan pola.
2. Arashi Shibori
Arashi merupakan arti kata dari badai. Sesuai dengan namanya, motif yang dihasilkan dari arashi shibori berbentuk seperti badai yang memiliki pola hias berbentuk garis-garis. Motif badai ini dihasilkan dengan teknik yang melilitkan kain pada sebuah batang atau pipa secara diagonal.
3. Kanoko Shibori
Kanoko shibori ini baisa disebut dengan tie-dye, dimana dibuat dengan cara mengikat beberapa bagian kain sesuai pola yang diinginkan. Hasil dari kanoko shibori adalah bulatan-bulatan acak, namun bila kain dilipat dahulu sebelum di ikat, maka pola yang dihasilkan akan berbentuk bulatan yang teratur.
4. Itajime Shibori
Teknik itajime shibori ini mirip dengan teknik arashi shibori, dimana juga menggunakan batang atau pipa. Namun, itajime shibori memerlukan dua batang atau pipa untuk menjepit kain dan kemudian diikat. Kain yang sudah disiapkan dilipat secara memanjang sesuai dengan pola dan ukuran yang diinginkan. Lipat kain secara teratur, sehingga membentuk tumpukan berbentuk persegi.
5. Nui Shibori
Teknik nui shibori berbeda dengan teknik-teknik sebelumnya yang menggunakan lipatan atau ikatan. Nui shibori merupakan salah satu teknik pewarnaan dengan menggunakan pola jahitan untuk membentuk pola pada kain, sehingga motif yang dihasilkan akan mengikuti pola jahitan. Pembuatan nui shibori ini cenderung memakan waktu yang cukup lama dan rumit.
6. Kumo Shibori
Kumo shibori dibuat dengan mengikat bagian-bagian tertentu pada kain secara halus dan merata, sehingga akan menghasilkan pola motif pada kain yang mirip dengan sarang laba-laba. Teknik yang satu ini akan memberikan harga yang tinggi karena motif yang dihasilkan cukup unik.
Ragam kain yang digunakan untuk membuat shibori sendiri sering kali terbuat dari bahan yang lembut dan nyaman. Oleh karena itu, shibori sering dijadikan pilihan sebagai baju santai hingga baju tidur.
Nah, sahabat BahanKain yang membutuhkan kain untuk bahan pembuatan shibori, Anda bisa cek koleksi kain di web kami dan hubungi customer service untuk menanyakan detail serta price listnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



